Mengapa saya ucapkan selamat? Karena kamu
adalah orang yang harus memiliki semangat lebih tinggi dibandingkan mereka yang
sudah lulus SNMPTN maupun SBMPTN, karena kamu adalah orang yang harus berusaha dua
kali lipat dibandingkan mereka yang sudah punya langkah awal untuk masa
depannya, karena kamu adalah orang yang harus punya hati sekuat baja untuk
bersabar.
PTN bukan satu - satunya jalan untuk
masa depan kamu. Tidak ada kepastian orang - orang yang kuliah di PTN itu
dijamin sukses di masa depannnya. Tidak ada fakta bahwa orang yang kuliah di
universitas ternama itu akan mudah juga dapat kerja.
Intinya jangan hanya ikut - ikutan, jangan
hanya karena gengsi dan merasa hebat dengan kuliah di PTN.
Tetapi harus dari niat ingin benar - benar
belajar.
Kembali lagi bahwa kuncinya adalah ke kamu
sendiri.
Iya, kamu. Kamu yang diperkirakan saat ini
sudah dewasa, sehingga kamu sudah bisa menentukan pilihan untuk masa depanmu.
Kamu sudah bisa mengambil langkah, apa yang menjadi terbaik untuk kamu.
Apakah kegagalan adalah kesalahan terbesarmu?
Apakah kegagalan adalah akhir dari cerita masa depanmu?
TIDAK, sangat jelas TIDAK. Kamu yang saat ini
gagal pasti akan memiliki semangat lebih tinggi untuk melangkah lebih jauh
lagi. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, merasa BODOH, merasa KECIL,
merasa kalah bersaing.
Tentunya ini bukanlah akhir dari ceritamu,
karena masih banyak tentunya lembaran - lembaran baru yang bisa kamu buka, karena
sejatinya kegagalan itu adalah hak semua orang :D, orang sukses sekalipun pasti
pernah gagal.
Anak kecil sendiri bisa gagal ratusan kali
untuk mengucapkan kata "MAMA".
Saya pernah GAGAL?
SERING. Salah satunya yang terus saya ingat
adalah saya pernah gagal seleksi siswa baru dari salah satu SMA Favorit di
Sumatera Utara sebut saja Yayasan Soposurung, SMAN 2 Balige pada seleksi
terakhir. Dulu hal ini adalah pukulan terberat bagi saya, sampai - sampai saya
pernah mengurung diri 2 hari di kamar. Yah, saat itu sifat dewasa saya belum sepenuhnya
terbentuk.
Namun berkat motivasi seseorang yang saat ini
juga tetap menjadi Motivator Terbaik untuk saya, saya menjadi semangat hingga saat
ini.
Beliau pernah berkata: "Sekolah tidak
sepenuhnya menentukan kamu akan pintar, atau kamu akan bodoh. Yang menentukan
adalah diri kamu sendiri. Bahwa jika kamu sekolah di tempat yang favorit
sekalipun jika minat belajar kamu tidak ada, sama saja artinya 0, namun jika kamu
hanya sekolah di tempat biasa bahkan buruk sekalipun, tapi kamu mempunyai niat
dan semangat yang tinggi, kamu akan pasti bisa dan berhasil".
Tentunya ini adalah motivasi yang luar biasa
bagi saya.
Contoh lainnya adalah: dulu seorang abangda
Jabbar Ali Panggabean pernah gagal menembus PTN pada tahun 2011, namun berkat
kegigihannya dan semangatnya, abangda tersebut kembali berjuang di tahun 2012
dan berhasil menjadi mahasiswa S1 Ilmu Komputer. Tidak sampai di situ saja,
bahkan abangda tersebut sudah meraih segudang prestasi, yang terakhir adalah menjadi
Juara I Mahasiswa Berprestasi USU 2016 dan telah lolos ke babak final Mahasiswa
Berprestasi tingkat Nasional.
Jadi intinya gagal tidak akhir dari segalanya,
tetapi niat dan semangat tinggi akan menentukan langkahmu ke depan.
Gagal SNMPTN, gagal SBMPTN? itu bukanlah akhir segalanya. Kamu masih punya masa depan yang lebih baik dengan semangat yang luar biasa. Tunjukkan kalo kamu bisa berjuang lebih dibandingkan mereka yang sudah lolos di tahap - tahap sebelumnya. Tunjukkan kamu punya semangat lebih tinggi.
So, masih saja terduduk merenungi kegagalan
atau pilih berdiri dan mulai melangkah untuk menentukan masa depan yang tepat
menurut kamu. Silahkan, kunci kendali ada di kamu sekarang.
Ronaldi Tumanggor (Mahasiswa Berprestasi Ilmu
Komputer USU 2016)
Labels: motivasi